di sisimu ia beradakatamu tiada istimewa
bercakap tak terpikat
bertatap tak berdebar
bersentuh tak tergetar
lalu ia beringsut menjauh
katamu jangan berlalu
sontak ia bak permata
diburu tak kenal waktu
didamba tak hirau harga
ah, manusia
sia-sia memiliki
tiada rela kehilangan

29 mewarnai perjalanan hidupku:
wah kudu baca berkali-kali ni, biar tahu apa makna yang terkandung di dalamnya. hehe..
yup, kalau kita siap untuk memiliki, kita juga harus siap untuk kehilangan, karena semua ini tidak ada yang abadi. :)
yah... begitulah manusia mbak... kadang bisa berlaku teramat aneh... salam terkasih...
sumpah,,lagi ga ngerti maksudnya apa nih mbak eha
Itulah sifat manusia. Tak sadar bahwa ia mencintai seseorang atau sesuatu hingga hal atau orang itu direnggutkan dari dirinya. A very good poetry!
sahabat..kok puisi ini rasanya ingin kutujukan ke seseorang...
seringkali kita kurang menghargai seseorang yang ada si sisi kita sampai suatu hari...sudah telat...
Makanya ada istilah kalau sesuatu itu baru terasa berharga kalau sudah hilang, yaa..
^_^
manusia tak akan pernah sadar apa yang berharga dalam hidupnya. bagus mbak puisinya...
tiada yg abadi didunia, meski kita bertahan waktu pulalah yng menjawab.
keren puisinya ...
tetep berkarya ya Evy jangan ketawa - ketawa di warnet ahh ... gak enak sama tetangga ... :)
Ajarin aku bikin puisi.. hehe..
percintaan sobat dengan kata sangatlah indah..manis,
salam sobat hati
bagus juga puisi nya Vy...
bener juga, butuh berulang-ulang baca untuk memahami maknanya....
mantep!
ada masany memiliki, ada masanya kehilangan... that's life...
Mbak, itulah yang seringkali terjadi. Sesuatu yang sebenarnya sangat bernilai tak dihargai saat berada dalam genggaman... Namun saat kehilangan, baru deh kelimpungan...
Puisinya bagus banget mbak... ! ^_^
salam sobat..
puisinya keren mba..
isinya jadi bahan renungan dan pembelajaran sobat,,,dengan hilangnya sesuatu pada diri kita.
Indah betul puisinya. Manusia memang tempat kesalahan. Ketika dia kehilangan, baru dia menyadari betapa berharganya sesuatu itu...
rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya..
aduh, romantisnya...
Evi,kok kesannya sedih ya?? Ini hasil perenungan atau pengalaman?
Assalamualaikum mbak..gimana ih kabarnya ?
Tak ada lidah yg "kelu" terhadap kekhilafan, tak ada sifat yg "merajuk" krn ego diri, Mohon maaf lahir dan bathin.. Marhaban ya Ramadhan...
salam sobat
wah memang keren kok puisinya,,,buktinya banyak yang pada komentar nich..
Siapa dia Mbak? Kok terlihat sangat getir?
Terima kasih atas apresiasi teman-teman untuk puisi di atas.
@Henny: maksudnya sudah dijelaskan ramai-ramai oleh teman-teman, Hen :)
@Rudy: ini perenungan atas pengalaman hidup manusia
@Bayu Probo: Siapa dia? Wah, bisa mewakili siapa saja. Tidak sulit untuk menemukan orang-orang yang mengalami hal itu di sekitar kita.
Yah begitulah sifat laki-laki mbak.. Suka ngga sadar bahwa yang disampingnya itu permata.... Baru nyadar kalau udah ditinggalin..
Lhooo... salah ya.. Hhehehe...
mantap puisinya mbak. memang seharusnya kita bisa menghargai apa yang kita punya.
hahahah....
itulah manusia ya...
:D
O iya, salam kenal.. new follower.. :D
mba evy, ada award buat blog ini diblog saya:
Hottest Female Blogger award
kangen nih aku sama tulisan2 mba evy..
Poskan Komentar
Yuk ikut mewarnai perjalanan hidupku