Setiap manusia punya cerita. Di balik tawa ada kegetiran. Di balik ratapan terselip harapan.
Hidup itu jalinan cerita. Manis di awal belum tentu bahagia. Pahit pun bukan kartu mati.
Kisah hidupku terus berlanjut. Entah sampai kapan.

Senin, 21 Februari 2011

Secangkir coklat hangat

Ya, hangat. Aku tak suka sensasi lidah terbakar ketika bersentuhan dengan minuman yang kelewat panas. Itu sebabnya bubuk coklat kuseduh dengan air mineral yang dijerang sebentar saja di atas api sedang.

Dengan sedikit susu, sedikit gula, aroma coklat yang khas kuhirup berbarengan dengan rasa pahit cairan coklat yang menyentuh lidah dan langit-langit mulutku. Kelezatan itu bisa kunikmati bila pagi atau sore hariku sedang tak dikejar-kejar kesibukan.

Kue-kue atau cemilan lain tak akan terlihat di samping cangkir coklatku. Aku lebih suka menikmati coklat hangatku tanpa gangguan aroma dan rasa lain. Kalaupun saat itu perut sedang merana, sederhana saja, kuambil mug besar untuk menggandakan porsi coklat hangatku. Hmm ... sedaaap!

Kok coklat, bukan kopi? Bukankah lazimnya orang lebih menggemari coklat berbentuk padat dan cenderung memilih kopi sebagai minuman penghangat? Ah. Itu pun sederhana. Aku puyeng tiap kali bersenggolan dengan kopi. Bahkan pernah tak bisa tidur tiga hari gara-gara minuman yg harumnya sangat menggoda itu. Jadi yaaa kalau lagi kangen sama kopi, aku nebeng suami saja ... nyeruput tiga sendok, cukup ... ntar aku keliyengan lagi. Ha ha ....

13 mewarnai perjalanan hidupku:

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

secangkir coklat hangat memang minuman yang tidak biasa mbak... tapi patut untuk dicoba... mungkin mbak berkenan untuk berbagi?

eha mengatakan...

berbagi coklat? Boleh juga ... mau yg manis, sedeng ato pahit? ^.^

Shasa Imutz mengatakan...

Shasa suka banget coklat tante... enak banget... hehehe

reni mengatakan...

Ajak2 dong mbak kalau minum coklat hangat... pasti nikmat deh... hehehe

Lisna Lina "Lily" Simangunsong mengatakan...

aku suka coklat hangat mbak...hmmmmm...

Penghuni 60 mengatakan...

mau donk coklatnya....
dikirim ke Penghuni 60 ya...
^_^

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

ehmmm... yang manis aja mbak... segera kirim ke rumah ya... hehehe...

Henny Yarica mengatakan...

sama, aku juga lebih suka minuman hangat daripada panas. rasanya kalau minum minuman yang terlalu panas justru menyamarkan rasa minuman itu sendiri. biasanya aku buat coklat hangat dari batangan coklat yang dilelehkan, dikasih sedikit kayu manis. hmmm....

Imtikhan mengatakan...

salam persahabatan
berkunjung salam kenal n sekalian izin follow ya
blognya bagus kawan

Mood mengatakan...

Wew coklat. . Enak banget tuh disruput sore sore gini, tapi saya lebih suka kopi yang pake coklat seperti kopi moka gitu, coz rasanya lebih nendang.

Salam.. .

kiraitomy mengatakan...

aku lebih suka ngopi. srupuuuuuuuuuuuttt. aaaah..
:)

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

malam mbak Eha... makasih untuk kiriman coklatnya hehehe... seneng rasanya bisa ngeliat mbak mulai aktif ngeblog lagi...

Areloe Sii rEzpectOr mengatakan...

wah kayaknya mantap mbak,,,,,heee.....

Poskan Komentar

Yuk ikut mewarnai perjalanan hidupku