Kursi roda itu macet tepat di atas 'polisi tidur' di ujung gang. Sore itu suasana lengang. Para ibu tengah sibuk memandikan anak-anak mereka di dalam rumah-rumah sempit yang saling berdempetan.Lelaki berkaki cacat yang berada di kursi roda itu tampak kewalahan. Maju tak bisa, mundur pun kesulitan. Beberapa pengemudi sepeda motor yang melintas menyempatkan diri menoleh sekejap untuk kemudian berlalu begitu saja.
Bibir hitam lelaki berperawakan kecil itu terkatup rapat. Tak tampak sekali pun ia angkat suara meminta pertolongan. Entah apa yang ada di benaknya.
Ketika tiba giliranku melintas di dekatnya, kupelankan laju sepeda motorku. Kutatap matanya lurus-lurus mencari tahu. Lagi-lagi ia cuma membisu. Hanya sorot matanya yang samar-samar melontar harap.
Karena jarak rumahku sudah dekat, kuantar dulu putriku sampai ke depan rumah. Lalu dengan berjalan kaki kuhampiri lelaki berkursi roda itu. Beberapa pengemudi sepeda motor kembali melintas. Sejauh ini yang mereka lakukan hanya sebatas menolah-noleh penasaran dari atas kendaraan.
Ternyata lelaki berkursi roda itu memang hemat bicara. Setelah berkali-kali kutanya, barulah ia meminta kursi rodanya ditarik mundur saja. Selepas dari jebakan 'polisi tidur', ia berkeras tak mau dibantu lebih banyak. Demi menghormati keinginannya, kuawasi dia memutar arah kursi rodanya dan berlalu entah ke mana.
Sepanjang sisa sore itu, ada dua hal yang menggelayuti benakku. Sosok lelaki berkursi roda itu, dan para pengemudi yang melintasinya begitu saja.

20 mewarnai perjalanan hidupku:
Mbak... aku bisa membayangkan apa yang dipikirkan lelaki itu... dia pasti takjub...ternyata ada juga orang yang mempedulikannya di tengah banyak orang lain yang hanya memandang iba tanpa melakukan apa-apa... aku sungguh terkesan dengan apa yang dilakukan mbak... salam kasih dan hormatku untuk mbak...
sudah begitu tidak perdulikah masyarakat indonesia ini.. di mana budaya tolong menolong yang dulu di banggakan..untung masih ada org seperti mbak ini.. aq salut n respect ma mbak. oh ya mbak klo gak repot ada award skligus peer di rumah aq buat mbak. mohon di ambil. makasih mbk
apa yang mbak eha lakukan sudah benar, jangan ditiru orang-orang cuek nan angkuh dan tak mau peduli dengan apa yang dilakukan orang lain
wew .. sudah lunturkah sikap tolong menolong di Indonesia ini ?
Menolong mungkinkah sekarang menjadi "barang langka"?
kayaknya kita memang harus lebih "peduli" dengan sekeliling kita, jgn hanya memikirkan urusan "kita" sendiri..salut buat mba evy!! sebuah contoh yang saya kagumi!
It's nice to learn what you've done to that man. Something that people often hesitate to offer: a helping hand.
kasih itu indah, bila kita bisa berbagi dan menolong orang lain. oh ya mbak, yang Tea Time itu rumah baru yah? :)
Salut atas teladannya sobat..
Semoga kepedulian pada sesama tidak akan hilang dari hati kita semua ya..?
Makasih ya buat tanggapan teman-teman :D
@princess: Tea Time? Dulu blog itu pernah kubiarkan kosong selama beberapa waktu. Sekarang aku memanfaatkannya untuk curhat sendiri (itu sebabnya ga ada akses untuk komen di situ). Untuk bersosialisasi aku menggunakan blog ini dan blog Life=likethis. Keep in touch ya :)
@dia ga mau ngrepotin orang lain dengan keterbatasannya, bisa jadi karena emang dia pasrah tidak sibuk meminta-minta bantuan
wah gimana ya..
mungkin orang-orang yang lewat tadi bukannya tidak mau menolong. mungkin mereka mencoba menghormati orang yang berada di kursi roda tersebut.
tapi seep buat mbak evy. udah balik, buat nolong orang tersebut. hehe..
Sayang sekali..., untuk berbuat baik pun banyak orang masih menunggu. Padahal banyak orang yang sudah tak mampu menunggu lebih lama utk dibantu...
ternyata nurani manusia dijaman kini mulai kurang sensitif dgn hal2 seperti itu y mba.
kebaikan kecil yg bermakna besar ^_^
hidup lelaki ang tak manja. indah nian kisah ini menginspirasi siangku.
keinginan yang ada dalam benak manusia sulit untuk ditebak rimbanya..oleh sebab itu kita diberi beberapa indra untuk mengungkapkan sesuatu yang tersimpan dalam benak supaya orang lain mengetahuinnya..
Saya suka dengan keengganan si bapak cacat tadi yang sedapat mungkin berusaha sendiri, tanpa mengaharapkan bantuan orang lain. Cuma, seharusnya kita lebih peka, mau menolong tanpa harus diminta. Sudah yang dilakukan si aku (mbak Evy) di atas tadi. Postingan menarik mbak Evy.
Ah,,, yang lalu lalang itu gak punya hati apa???? sudah tahu ada orang kesusahan, beuhhh
selamat malam
salam kenal,salam persahabatan
Sepertinya lelaki tersebut punya semangat kemandirian yang besar.
Poskan Komentar
Yuk ikut mewarnai perjalanan hidupku